Samsung Pertimbangkan Kerjasama dengan TSMC untuk Selamatkan Chip Exynos
SerbaGRatis95.site - Divisi System LSI Samsung dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjalin aliansi dengan TSMC demi mengamankan masa depan chip Exynos.
Langkah ini muncul di tengah tantangan besar dalam proses manufaktur chip internal Samsung, khususnya pada hasil produksi yang rendah dari teknologi 3nm Gate-All-Around (GAA) miliknya.

Exynos 2500, yang awalnya direncanakan untuk digunakan pada Galaxy S25, menghadapi penundaan akibat rendahnya hasil produksi dari proses 3nm Samsung.
Kondisi ini membuat chip andalan perusahaan kesulitan memenuhi tuntutan pasar yang tinggi.
Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, banyak pihak meyakini bahwa masa depan lini Exynos berada dalam ancaman serius.
Di sisi lain, TSMC, sekarang pemimpin industri dalam manufaktur chip, menjadi kandidat utama untuk membantu Samsung memulihkan daya saingnya.
Menurut laporan The Bell, divisi System LSI Samsung saat ini sedang menjajaki opsi untuk membentuk aliansi strategis dengan TSMC.
Meskipun TSMC selama ini menjadi mitra utama bagi perusahaan besar seperti Apple dan Qualcomm, kapasitas produksi perusahaan tersebut disebut-sebut telah mendekati batas maksimum.
Hal ini memunculkan pertanyaan tentang seberapa layak kolaborasi antara Samsung dan TSMC.
Namun, Samsung tampaknya berupaya keras untuk menstabilkan produksi chip-nya dengan menjalin berbagai kemitraan baru dalam bidang foundry.
Sebagai bagian dari strategi ini, Samsung mungkin akan memproduksi chip Exynos andalannya di fasilitas TSMC.
Meski demikian, langkah ini tidak serta-merta mengeluarkan divisi Foundry Samsung dari rantai produksi.
Seperti yang kita telah ketahuhui, mengalihkan produksi ke TSMC tentu dapat meningkatkan biaya akhir produk.
Namun, sumber dari industri semikonduktor mengungkapkan bahwa Samsung telah memikirkan cara untuk mengelola biaya tersebut.
"Meskipun divisi System LSI menandatangani kontrak dengan TSMC, produksi Exynos tidak sepenuhnya lepas dari tangan divisi Foundry Samsung. Memiliki beberapa foundry justru menguntungkan dalam hal stabilitas harga dan pasokan," ujar narasumber tersebut.
Teknologi manufaktur Samsung Foundry untuk proses 4nm dan generasi sebelumnya sebenarnya masih mampu diandalkan.
Hal ini memungkinkan Samsung untuk terus memproduksi chip kelas menengah dan entry-level secara mandiri.
Sementara itu, chip Exynos kelas atas Samsung memiliki potensi untuk mencapai performa dan efisiensi yang setara dengan chip Qualcomm, yang selama ini menjadi target yang dikejarnya.
Strategi dual-sourcing ini berpotensi mengubah persepsi pasar terhadap Exynos sekaligus menjaga biaya produksi perangkat Galaxy lainnya tetap rendah.
Langkah ini tidak hanya menjadi harapan baru bagi Exynos, tetapi juga bagi keseluruhan bisnis chip Samsung dalam menghadapi kompetisi global yang semakin ketat. Sekian
Posting Komentar
Komentar dengan menyertakan atau promosi produk tertentu akan Kami hapus. Sebab, blog ini bukan tempat untuk mempromosikan barang yang Kamu jual. Salam santun Blogger Indonesia