Kenapa Ada Gatal yang Tidak Bisa Digaruk? Ini Penjelasannya

Table of Contents

SerbaGratis95.site - Siapa di antara kalian yang pernah mengalami sensasi aneh ini, merasa gatal namun setelah garuk tak kunjung hilang, seperti ingin membuka kulit untuk mencari sumber gatal tersebut? 

Fenomena gatal digaruk tapi tidak hilang ini kadang membingungkan dan membuat frustasi. Membuat orang bertanya tany. Mengapa gatal itu ada? Di mana letaknya? dan mengapa rasanya tidak ada lega saat digaruk padahal terasa begitu mengganggu?

Kenapa Ada Gatal yang Tidak Bisa Digaruk?

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita pahami terlebih dahulu bahwa gatal sebenarnya merupakan salah satu peninggalan evolusi yang ada hingga saat ini. 

Peninggalan ini memiliki fungsi sebagai alarm bahwa ada benda asing yang menempel pada kulit kita, agar ia bisa menggaruk dan akhirnya melepaskannya dari tubuh, mirip dengan fungsi batuk dan bersin. 

Berbicara mengenai gatal, ada jenis gatal yang misterius, dikenal sebagai neuropathic ITCH atau gatal neuropatik. Gatal ini bukan disebabkan oleh benda yang menempel pada kulit, melainkan karena kerusakan pada sistem saraf. 

Biasanya, kerusakan ini disebabkan oleh penyakit tertentu. Akibatnya, saraf memberikan sinyal yang salah ke otak, menyebabkan sensasi gatal yang intens. Jadi, penyebabnya memang ada di bawah permukaan kulit.

Karena gatalnya bukan terjadi di kulit, penderita neuropathic ITCH seringkali mengalami stres, depresi, bahkan luka fisik yag disebabkan karena menggaruk terus-menerus hingga menyebabkan luka dalam. 

Selain itu, ada juga jenis gatal lainnya, yaitu psychogenic ITCH, yang disebabkan oleh kondisi psikologis seperti stres atau kecemasan. Mungkin ini juga yang menjadi alasan kenapa kita itu suka garuk-garuk kepala kalau lagi bohong

Meskipun demikian, para ahli masih belum sepenuhnya setuju tentang kebenaran penyebab gatal psikogenik ini, terutama karena sangat sulit untuk membuktikannya secara langsung asal penyebabnya. 

Selain itu, ada juga kasus gatal yang sumbernya masih belum jelas, seperti yang dialami oleh seseorang wanita, sebut saja “L”yang merasakan gatal-gatal setelah sembuh dari penyakit cacar. 

Sesudah sembuh, gatalnya justru semakin menjadi jadi dan bahkan memicu tindakan menggaruk yang berlebihan hingga menyebabkan luka parah pada bagian kepalanya. Bahkan, kepalanya harus dipakaikan pelindung helm dan tangannya diikat saat tidur karena kepala wanita ini malah luka parah karena digaruk terus menerus.

Dua teori muncul terkait kasus ini, yakni kerusakan saraf atau bagian otak yang mengatur sensasi gatal. Sekarang, wanita tersebut telah belajar untuk mengontrol keinginan menggaruknya.

Jadi, gatal memiliki beragam penyebab, baik yang terjadi di permukaan kulit maupun yang lebih kompleks di dalam tubuh. Jika gatal tersebut parah, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat ditangani dengan tepat. 

Akan tetapi, bagi yang masih bisa ditolerir, alihkan pikiranmu agar tidak terlalu fokus pada rasa gatal tersebut, dan yang terpenting, hindari godain orang sembarangan dijalanan. Sekian dan smeoga bermanfaat.

Cak Nun
Cak Nun Seorang bloger muda yang hanya memikirkan kata "berusaha, berdoa dan pasrah" tak lupa akan syukur atas apa yang di berikan.

Posting Komentar