Widget HTML Atas

Cara Menjaga Kerahasiaan Data Akun di Sosial Media Dengan Mudah

SerbaGratis95 – Perkembangan di dunia digital belakangan ini sungguh sangat pesat, hal ini di dukung dengan banyak sekali bermunculan aplikasi-aplikasi sosial media.
Cover Menjaga Kerahasiaan Data Akun di Sosial Media
Meskipun banyak hal positif yang didapat, namun hal itu pula menjadi bomerang pemilik akun sosial media tersebut. Pasalnya, data yang pengguna tampilkan sangat riskan terambil oleh orang lain. 

Facebook dan Instagram merupakan aplikasi yang kerap mendapat hal semacam itu, di mana akun yang seharusnya menjadi pemilik tetap bisa berpindah tangan kepada orang yang tidak berhak menggunakanya. 

Nah untuk menghindari hal tersebut terjadi pada akun sosial media pengguna, kami tim SeGa akan membagikan beberapa tips yang berguna untuk menjaga kerahasiaan data pengguna di sosial media. Meskipun tidak 100% menjaga akun agar tetap anab, namun cara ini dapat meminimalisir adanya gangguan pada akun sahabat. Berikut uraian lengkapnya!.

Tips Menjaga Kerahasiaan Data Akun di Sosial Media


1. Membatasi informasi di media sosial

Sebagai pecinta aplikasi sosial media, kadang pengguna terlalu sering mengumbar apapun di sosial media. Ada hal sedikit saja yang dirasa perlu untuk di publish, tangan rasanya kayak gatel pengen buat status di akun sosmednya sendiri. 

Perilaku tersebut akan memudahkan pengguna lain untuk kepo atau mengamatimu. Jika hal itu terus menerus dilanjutkan, maka hal tersebut bisa berakibat fatal. Bisa saja seseorang tidak bertanggung jawab mengambil kesempatan tersebut untuk melakukan kejahatan

Misal saja, sahabat update status mau pergi ke suatu tempat yang dirasa tempat tersebut jauh dan butuh waktu yang lama untuk sampai kesana. Bisa saja ada orang yang mengambil kesempatan tersebut untuk mengambil harta bendamu, selagi sobat nggak ada dirumah. 

2. Membatasi jumlah pertemanan

Adanya orang berperilaku jahat mungkin karena ada koneksi dengan orang tersebut. Dan salah satu hal yang memudahkan orang-orang tersebut mendapat kesempatan adalah karena kita tak begitu tahu dengan orang itu. 

Bisa saja dia menjadi "silent follow", di mana orang itu selalu mengikuti status Anda yang sering upload, namun hanya sekedar nampak saja. Atau, pengguna tidak tahu orang tersebut namun masih menerima dalam pertemanan di akun sosial media karena paras atau yang lainya. 

Saran dari kami, usahakan berteman baik di Facebook atau aplikasi sosial media lain hanya untuk yang kenal-kenal saja. Sebab, jika sahabat terlalu banyak teman, apalagi dengan orang yang tak di kenal maka mereka bisa stalking Anda dengan mudah.

3. Manfaatkan dengan betul fitur pengaturan privasi

Setiap aplikasi sosial media mempunyai berbagai macam fitur keamanan, contohnya: Pengaturan Privasi. Pengaturan ini dapat menjadi pengaman Anda dalam mengarungi lika-liku bersosial media. 

Dengan fitur ini pemilik bisa memilah-milah untuk membagi informasi mana yang dapat dibagikan kepada khalayak umum dan untuk teman. Atau, bahkan, tidak ada orang yang dapat melihatnya.

Jadi apa yang sahabat bagikan di aplikasi sosial mediamu dapat terorganisir, serta meminimalisir akun jatuh kepada orang lain. 

4. Menjaga akun log in akun sosial media

Banyak aplikasi sekarang menggunakan alamat e-mail dan nomor telepon pribadi sebagai saran untuk login ke akun pribadi masing-masing. Dan biasanya alamat e-mail dan nomor telepon itu tercantum pada profil pengguna. 

Oleh karena itu pengguna bisa mengaitkan antara e-mail dan nomor telepon agar keamanan login akun berlapis. Jadi orang-orang tak bertanggung jawab tidak mudah dalam mengaksesnya.

Pertimbangkan juga menutup data pribadi Anda, agar orang-orang tak mudah untuk masuk ke pengaturan akun sosial mediamu. 

Kita juga bisa menggunakan alternatif lain seperti membuat password yang tingkat keribetanya di luar nalar, tapi kita masih bisa mengingatnya. Jangan sampai karena password susah pengguna juga kesusahan menghafalnya. 

5. Menggunakan Enkripsi end-to-end

Sebagian besar aplikasi chatting modern telah menggunakan pengaman informasi akun (enkripsi). Biasanya enkripsi yang digunakan adalah enkripsi transit, atau pesan di deskripsi.  

Kedua enkripsi tersebut kerap kali di simpan oleh pihak pengembang aplikasi pada servernya masing-masing. 

Meskipun terlihat aman, namun jika ada orang yang meretas langsung ke servernya, bisa bahaya untuk akun pengguna.

Oleh sebab itu, kami menganjurkan untuk menggunakan enkripsi end-to-end saja. Adanya hal tersebut dapat memberikan keamanan pada percakapanmu, bahkan penyedia layananpun tidak dapat melihat percakapanmu. 

Misalnya, aplikasi WhatsApp, Facebook Messenger, Telegram, dan Google Allo telah mengaktifkan fitur tersebut. Akan tetapi tidak seperti WhatsApp yang secara otomatis melakukanya, pengguna perlu mengaktifkan obrolan rahasia secara manual untuk aplikasi lainya. 


Itulah tips mudah menjaga kerahasiaan data di sosial media Anda. Sebenarnya masih ada satu cara lagi agar pengguna merasakan aman dari para hacker atau orang yang ingin berbuat buruk dengan akun Anda. yaitu dengan cara Menghapus Akun sosial media Anda.

Namun itupun bukan solusi, karena kita butuh akun sosial media untuk mencari hiburan di kala sedang gundah gulana atau ambyar karena suatu hal. Sekian dan semoga bermanfaat
Cak Nun
Cak Nun Seorang bloger muda yang hanya memikirkan kata "berusaha, berdoa dan pasrah" tak lupa akan syukur atas apa yang di berikan.

Tidak ada komentar untuk "Cara Menjaga Kerahasiaan Data Akun di Sosial Media Dengan Mudah"

Berlangganan via Email