Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Tipe Gamers Negara +62

SerbaGratis95 – Tidak hanya sebagai alat pencari hiburan, game juga menjadi sarana menghabiskan banyak waktu luang seseorang. Adanya game juga seperti belati bermata dua, yang dapat seorang gunakan sebagai ajang hiburan dikala penat sedang melanda, atau menambah stres otak karena hasil tidak sesuai ekspektasi awal. 

Sebenarnya ada beberapa tipe gamers di dunia ini. Ada yang mainya santai tanpa ekspresi, ada yang berekspresi namun sekenanya saja, dan ada juga yang over ekspresi dalam memainkan gamenya.   

Pernahkah sahabat menemui gamers dengan skill bagus namun tak tik zonk?, atau gamers yang semaunya sendiri kalau bermain. Hingga kadang membuat temen frustasi dan nggak mau lagi main bareng dengan orang tersebut. Pasti pernah bukan?
Tipe Gamers
Nah, pada kesempatan kali ini kami tim SerbaGratis95 akan memberikan beberapa informasi tentang tipe gamers yang ada tanah air ini. Supaya sahabat tahu dan dapat beradaptasi dengan jenis gamers apa yang akan kita temui nanti. Yuk intip ulasan lengkapnya dibawah ini! 

10 Tipe Gamers Negara +62


Gamer Pro

Kasta tertinggi dari tipe gamers yang nanti kami akan singgung dibawah. Jenis gamers seperti ini benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk bermain game saja. Ia rela mengorbankan waktu, otak, dan juga modal untuk dapat mendalami game yang  ia mainkan. 

Gamers tipe ini juga terkenal dikalangan para pemula, karena tidak jarang mereka membantu gamers pemula untuk mempelajari cara bermain game dengan baik dan benar. Sebenarnya tipe gamers ini bukan prestasi atau pengakuan yang ia kejar, namun bagaimana ia memanfaatkan skill yang ia miliki untuk dirinya maupun timnya.

Akan tetapi rata-rata gamers yang seperti ini memiliki tujuan yang tinggi, yaitu menjadi atlit E-Sport,  karena ia membutuhkan lawan yang memang sama-sama sulit ditahlukkan agar skill yang ia tempa berguna dan bisa berkembang. Dan juga endorsmen dari berbagai produk atau pengiklanan juga dibutuhkanya. Sebagai modal dan penghasilan atas kerja kerasnya.

Gamers Royal (Tukang Jajan)

“SULTAN” mungkin jadi sebuah kata yang tak asing dimata para gamers tanah air. Tipe gamers jenis ini, tidak segan-segan dalam menghambur-hamburkan uang. Hanya untuk sebuah skin atau item yang baru rilis di pasaran. Rata-rata gamers seperti ini adalah kaum perjaka yang mempunyai duit banyak (entah hasil kerja atau minta orang tua) yang menginginkan sebuah kepuasan dalam bermain game. 

Gamers jenis ini berdalih bahwa dengan banyaknya skin atau item yang ia punya, maka dapat dimaksimalkan untuk menjadi lebih jago dalam bermain game. Terutama semboyan “makin lengkap makin ajib” yang selalu kami dengar oleh kaum-kaum SULTAN tersebut.

Gamers Gratisan

Dalam dunia gamers gratisan, ada 2 golongan yang sering kita temui. Yaitu: 
  1. Mereka yang memang ngga' mau mengeluarkan uang sepeserpun untuk sebuah game. 
  2. Mereka yang memang benar-benar tidak mempunyai uang untuk membeli sebuah item atau skin.
Rata-rata game yang dimainkan oleh player gratisan (sebutan pemain yang selalu ingin skin atau item gratisan) adalah game yang offline atau game yang membutuhkan data saja. Jadi ia tidak banyak modal untuk memainkanya (itupun kalau ngga’ minta thatering ya!). Yang penting mereka dapat bermain dalam satu game yang sama dengan partnernya. 

Gamers Toxic

Pernahkan sahabat mendengar gamers Toxic? Jenis gamers ini biasanya dijauhi oleh pemain lain, meskipun ia pandai dalam memainkan game. Pada dasarnya tipe gamers ini paling "jengkelin" dan   "suka bikin onar sendiri". contoh yang sering admin temui adalah ia berisik sepanjang permainan, sok punya skill padahal zonk, kalau mati banyak alasan, dan sering mengatakan bahasa yang kurang sopan didengar orang (nama hewan disebutin semua)

Gamers seperti ini memang membuat permainan jadi tidak sepi karena lantunan ayat-ayat suci yang didengungkanya. Akan tetapi, terkadang kelakukaanya itu menjadi masalah untuk partner mainya. Sehingga konsentrasi dan job antar player jadi kacau. 

Gamers AFK

Salah satu tipe yang paling dibenci para gamers didunia. Selain menjengkelkan, jenis gamers ini juga sering lari dari masalah yang ia hadapi. Jika permainan tidak berjalan dengan bagus, maka dengan “seenak jidadnya” main keluar sendiri dari permainan. 

Padahal hal tersebut sangat merugikan bagi tim maupun dirinya sendiri. Karena dalam game dengan metode kerja sama team, kehilangan satu player saja sudah sangat berpengaruh dengan performa team. 

Apalagi kalau gamers AFK tersebut melakukan dengan sengaja, istilah saat ini “ngeprank temen sendiri”. Jadi seolah-olah game hanya dijadikan candaan belaka. 

Gamers Looser

Tipe gamers macam ini biasanya kurang berpengalaman (newbie) atau memang kurang hoki dalam bermain game. Meskipun ia berlatih sekeras mungkin kalau memang ia tidak dinaungi dewi fortuna, dewi kuanim maupun dewi-dewi yang lainya,  maka hasilnya akan tetap sama yaitu “Looser”.

Meskipun ia menggunakan karakter dengan label “OP” (over powered) ia tetap saja kalah, kalah dan selalu kalah. Biasanya tipe gamers jenis ini, sering menyalahkan keadaan, entah itu sinyal, ponsel, team, atau server sekalipun. Gara-gara inilah munculnya gamers toxic dikalangan pecinta game.

Gamers Thin Skinned (Baperan)

Salah satu gamers yang perlu kita hindari selain toxic dan looser adalah gamers baperan. Gamers tipe ini memang kurang santai dalam menikmati permainan. Memang benar kalau saat bermain di ranked, seseorang perlu serius dan fokus untuk meraih kemenangan. Namun gamers dengan tipe ini akan selalu serius diberbagai mode permainan, dimana kebanyakan player akan bersenang-senang. Jadi kalau ada orang yang suka thin skinned dalam bermain, mending sahabat mikir-mikir dulu sebelum join partner dengannya. 

Gamers Panic (Panikan)

Sebenarnya gamers yang masuk dalam jenis ini sangat memprihatinkan, sekaligus ngeselin. Kebanyakan tipe gamers seperti ini adalah pemula yang baru datang dalam sebuah game. Ia ingin terus bermain tanpa menjadi beban team, namun masih bingung dengan apa yang harus ia lakukan. 

Oleh sebab itu, ia akan mudah panik dan terus menerus meminta bantuan pada teamnya. hal yang sering dilakukan oleh gamers tipe ini adalah ia meminta support lewat radio command yang sudah disiapkan oleh developer game. 

Kalau masih ditaraf wajar mungkin team masih bisa memberikan cover pada orang tersebut. Namun, bagaimana jika ia terlalu berisik bahkan perlu ditemani sepanjang permainan? bisa-bisa mood main game bisa hilang bukan?. Apalagi kalau pemain tersebut memintanya sambil maksa, haduh rasanya ingin kita buangkan itu pemain. 

Gamers siTT (si tukang tanya)

Mungkin istilah “malu bertanya sesat dijalan” memang bagus untuk dijadikan patokan dalam mencari sesuatu. Akan tetapi kalau nanya terus, kapan mainya?. Iya kan. 

Orang dengan tipikal seperti ini biasanya sama dengan si tukang panic yang diatas kami sudah bahas. Ia belum benar-benar beradaptasi dengan game yang ia mainkan. Jadi ia akan sering bertanya tentang cara menjadi kuat dan menang dalam suatu pertandingan.

Sebenarnya bagus punya partner seperti ini, karena ia akan terus belajar agar bisa menjadi lebih baik dalam permainan. Akan tetapi kalau ia tidak sungguh–sungguh dan hanya ingin tanya-tanya saja, tentu hal itu amat menjengkelkan bukan?  

Nah itulah beberapa jenis gamers yang ada di negara Indonesia ini. Semoga kita masuk dalam golongan-golongan yang dapat bermanfaat dengan orang lain.  jangan sampai kita jadi si tukang panik, toxic, nanya maupun gamers nyusain lain yang nantinya akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun team. 

Kalau ada yang kurang dari tipe gamers diatas, silahkan komen dibawah ya! biar admin mencari infonya lagi. Salam!
Cak Nun
Cak Nun Seorang bloger muda yang hanya memikirkan kata "berusaha, berdoa dan pasrah" tak lupa akan syukur atas apa yang di berikan.

Posting Komentar untuk "9 Tipe Gamers Negara +62"