Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Macam-Macam Kualitas Video Dalam Sebuah Film

SerbaGratis95 – Pada akhir tahun 2019 kemarin, warga tanah air di hebohkan dengan berita penutupan sejumlah situs unduh film dan streaming ilegal. Berita tersebut mungkin bagi sebagian orang menjadi kabar baik, karena sekarang marak sekali situs ilegal yang ada di Indonesia, yang menyediakan sejumlah film dengan adegan yang kurang pantas di lihat anak 17 tahun kebawah. 

Akan tetapi bagi sebagian yang lain, mungkin memendam rasa kekecewaan karena tidak bisa lagi menikmati layanan unduh dan streaming gratis lewat website tersebut. 

Sementara itu, untuk beralih ke layanan streaming yang legal mereka perlu berlangganan dan mengeluarkan sejumlah biaya untuk mendapatkanya. 

Jika sahabat sudah lama mengenal website unduh film dan streaming gratis. Tahukah Anda tentang berbagai macam kualitas film yang di sajikan berbagai website tersebut? Pasti yang kita tahu hanya ukuranya saja kan? Seperti: 240p, 360p, 480p 720p, hingga 1080p.

Nah, untuk menambah wawasan tentang video perfilman ini, kami tim SerbaGratis95 akan membahas tentang kualitas film bajakan yang sering ada dalam website penyedia film. Untuk informasi lengkapnya, silahkan baca di bawah ini ya!.

Jenis Kualitas Video Dalam Sebuah Film 


1. CAM (Computer Aided Manufacturing)

CAM merupakan jenis kualitas yang paling buruk dalam situs unduh film. Hal ini terjadi karena dalam jenis ini, film masih terkait dengan hasil rekaman video digital yang sering di ambil dari bioskop secara ilegal.

Biasanya film yang diambil adalah film yang lagi rilis dan menjadi trending topik dari para warga netizen tanah air. Sebenarnya hal itu memang tidak baik dilakukan, karena selain ilegal hal tersebut akan membuat kerugian bagi pembuat film tersebut.

Selain itu, karena rekaman di lakukan secara manual, kemungkinan video dan audio buruk juga sering terjadi pada hasil rekaman tersebut. Belum lagi jika ada orang yang berlalu lalang di depan kamera rekaman dan suara berisik dari penonton akan membuat hasil semakin kurang bagus. Itulah beberapa alasan yang membuat CAM begitu sangat buruk dalam kualitas video film.   

2. Telesync (TS)

Tak jauh beda dengan versi CAM, Telesync (TS) juga merupakan hasil video yang terekam dibioskop. Akan tetapi hasil rekaman lebih baik, karena proses dilakukan pada kondisi tertentu, yang membuat hasil sedikit lebih baik. 

Untuk mendapatkan kualitas ini kadang seseorang menggunakan kamera profesional dan tripod dari bilik proyeksi, sehingga memberikan kualitas gambar yang lebih baik dari CAM. 

Selain itu, suara yang ada dalam jenis kualitas ini biasanya langsung dari sumber suara. Jadi suara yang di hasilkan memang lebih jelas terdengar. 

Jika sahabat pernah melihat tulisan kualitas video HDTS, maka itulah hasil rekaman dengan definisi tinggi dari Telesync (TS).

3. Telecine (TC)

Selanjutnya ada Telecine (TC). Jenis kualitas ini memang lebih baik dari pada kedua jenis video di atas. Karena video di ambil dari salinan cetakan film dengan memakai mesin yang mampu mentransfer dari gulungan analog ke format digital. 

Namun, jarang sekali ada yang memakai format ini, karena mesin Telecine untuk membuat cetakan tersebut sangatlah mahal dan besar. Hal itu juga sebanding dengan kualitas yang di hasilkan, yang mampu menyamai DVD, dengan hasil yang lebih rendah. 

Jika sahabat pernah membaca tulisan kualitas video HDTC, maka itulah hasil rekaman dengan definisi tinggi dari Telesync (TC).

4. Screener (SCR)

Sebelum DVD/ BD (Blu-ray Disc) yang rilis dari versi teater film. Versi Screener (SCR) sudah rilis terlebih dahulu yang di kirim oleh pengulas film, anggota akademi, dan eksekutif yang bertujuan untuk mengulas film tersebut. 

Kualitas dari SCR tergantung pada peralatan yang di pakai. Jika dilakukan menggunakan perekam video home sistem (VHS), yang merupakan jenis peralatan lama. Hasil tangkapan akan sedikit buruk pada kaset salinan, dan membuat kualitas menjadi buruk.

Sedangkan jika menggunakan salinan master baru, gambar yang dimuat akan lebih baik dan bisa mendekati DVD/ BD (Blu-ray Disc). 

5. DVD-Screener (DVDscr)

DVD-Screener (DVDscr) merupakan salinan video untuk promosi yang dikirim oleh studio pengurus film tersebut. Video ini kadang di simpan pada disk DVD-Video, sebelum tanggal perilisanya. Intinya DVD-Screener memiliki fungsi yang sama dengan Screener (SCR) sebagai ulasan film, dengan sedikit perbedaan yaitu, hasil video ini di pindahkan dari DVD aslinya.

Jika sahabat sudah lama dalam dunia film bajakan, istilah DVD-Screener sering dipakai untuk menggambarkan bahan dari salinan DivX, XviD, SVCD atau DVD botleg dari screener DVD. Biasanya kualitas dari video yang di hasilkan lebih bagus namun masih mengandung beberapa tambahan kecil dalam aliran videonya. 

6. DVD-Rip

Selanjutnya ada DVD-Rip. Jenis kualitas ini adalah versi final dari sebuah film. DVD-Rip biasanya di rilis sebelum sebuah film di putar di luar daerah asalnya. DVD-Rip yang rilis dengan kualitas tinggi di sebut dengan file AVI, yang menggunakan codec XviD untuk video dan MP3 atau AC3 untuk audionya.

7.  High Devfinition Television (HDTV)

HDTV adalah film dari televisi yang memiliki resolusi tinggi. Film yang muncul dalam format ini memiliki kualitas yang baik. Seperti dalam resolusi 720×404 (360p), 960 × 540 (540p), 1280 × 720 (720p), dan 1920 x 1080 (1080p). Jadi penonton akan disuguhkan dengan gambar kualitas baik yang muncul dengan berbagai resolusi. .

8. WEB-DL

Satu level di atas HDTC ada WEB-DL. Film yang keluar dengan kualitas  ini bisanya memiliki kualitas yang baik, ini terjadi karena material sumber bajakan di ambil dari sumber unduhan yang cukup baik. Material tersebut biasanya disimpan dalam format digital dan bisa lebih baik jika masuk dalam high resolution.  

9. WEB-Rip

Sebanding dengan WEB-DL, WEB-Rip juga menyediakan kualitas film yang bagus. Ini terjadi karena salinan yang di hasilkan langsung dari penyedia tayangan film. Memang jika kita lihat secara langsung kualitas antara WEB-DL dan WEB-Rip hampir sama. Akan tetapi bitrate dari WEB-Rip sedikit lebih rendah, guna menghemat bandwidth streaming video.

10. Blu-ray/BD/BRRip

Terakhir ada versi yang paling umum dalam sebuah situs unduh dan streaming film, yaitu Blu-ray/BD/BRRip. Versi ini menawarkan kualitas yang sangat baik dalam sebuah film. Kualitas film ini berasal dari disk Blu-ray yang di format ke resolusi yang lebih rendah dari sumber aslinya yaitu cakram Blu-ray 1080p atau 720p, menjadi resolusi 720p / 576p / 480p / 360p. 

Semua disk Blu-ray yang keluar itu, tergantung dengan resolusi cakram dari  disk tersebut. Jika ia memakai codec x264 atau x265 BR-Rip maka video yang dihasilkan mempunyai resolusi HD yang kemudian ditranskodekan ke resolusi SD.

Bagaimana? sekarang sudah tahukan tentang jenis kualitas film yang sering kita temukan di website unduh film bajakan. Selain daftar diatas, sebetulnya masih ada lagi berbagai macam kualitas film yang sudah jarang kita temukan, seperti: Workprint dan VODRip hingga yang umum seperti HDTV, PDTV atau DSRip dan WEBCap.

Akan tetapi karena sudah jarang di tampilkan dan di bahas, di berbagai penyedia layanan film ilegal tersebut mungkin nama-nama tersebut sangat asing di telinga pecinta film gratis tanah air. dan mulai menghilang dari informasi umum tentang jenis kualitas video perfilman. 

Mungkin hanya itulah informasi yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat. 
Cak Nun
Cak Nun Seorang bloger muda yang hanya memikirkan kata "berusaha, berdoa dan pasrah" tak lupa akan syukur atas apa yang di berikan.

Posting Komentar untuk "Macam-Macam Kualitas Video Dalam Sebuah Film "